Bidadari Tak Bersayap
Diceritakan
ada seorang wanita yang sedang mengandung 4 bulan yang hidup berkekurangan suaminya meninggal karena sakit dan
hidup sebatangkara,pekerjaannyapun hanya sebagai buruh cuci dan kadang mencari
barang bekas untuk mencukupi
kebutuhannya
Beberapa tahun kemudian sampai anaknya sudah
mulai belajar berbicara untuk pertama kalinya wanita itu mendengar kata “ibu”
dari anaknya, sungguh bahagia sekali wanita itu seakan semua lelahnya terbayarkan
hanya dengan sebuah kata “ibu” dari anaknya, wanita itupun memeluk anaknya
sambil menangis terharu
Setelah anaknya beranjak remaja, anak itu
selalu mengeluhkan kehidupanya karena anak-anak yang lain mempunyai handphone
dan motor masing-masing dan wanita itupun hanya berbicara “Iya nak, nanti ibu
belikan” anak itu menjawab “Aku maunya sekarang bu” ibu menjawab “ Besok ibu
belikan nak, Ibu janji tapi handphone dulu ya” anak itupun berhenti rewel “Iya
deh, tapi awas kalo gak beli aku akan pergi dari rumah”
Suatu hari setelah anaknya sudah dewasa, anak
itu selalu berpoya-poya bersama teman-temanya pergi ke clubbing, dan bahkan
pekerjaanya mencuri. sampai suatu hari anak itu pulang kerumah bersama
teman-temanya dengan keadaan mabuk, wanita itupun melihat “astagfirullah, kamu
mabuk nak?” lalu teman-teman anak itu bertanya “ Itu siapa bro, ibu lo?” Abqari
menjawab “ Bukanlah bro keluarga gua pada pergi keluar kota, dia hanya pembantu
gua, manasudi gua punya ibu kaya dia” dengan tangisan wanita itu berbicara
“Istigfar nak, ini ibu mu” Abqari meninggikan suaranya sambil mendorong ibunya
“Apaansi loe, cepat pergi ke dapur buatin gua minuman” ibu itupun menjawab
“astagfirullah. iya nak, ibu buatin”
Beberapa tahun kemudian anak itu mempunyai
banyak uang dan rumah hasil dari
curianya, dia pergi meninggalkan ibunya lalu menikah dengan seorang wanita,
akan tetapi istrinya hanya ingin
menguras kekayaannya saja .
Sampai akhirnya abqari jatuh miskin dan sakit
bahkan masuk penjara karena dia tertangkap saat sedang ingin mencuri di sebuah toko, di dalam penjara dia
tersadar bagaimana perlakuan kejinya terhadap ibunya, dia menyesali perbuatanya
dan ingin menemui ibunya, dia berbicara kepada polisi “pak tolong hubungi ibu
saya, saya ingin bertemu dengannya” pak polisi menjawab “iya nanti saya
hubungi”. Sampai keesokan harinya dia bertanya lagi kepada polisi “bagiamana
pak ibu saya, apa sudah bisa di hubungi?” pak polisi menjawab “maaf nak, ibu
anda sudah meninggal, dan beliau menitipkan surat kepada tetangganya untuk diberikan
kepadamu, silahkan ” Abqaripun membaca sepucuk surat dari
ibunya, dalam surat itu tertulis “untuk anakku, nak ibu di sini selalu
mendoakanmu, semoga kamu bisa menjadi orang yang sukses, sehat selalu, dan di
berikan kemudahan di setiap perjalanan mu nak, dan mudah-mudahan kamu
dikaruniai anak yang shaleh yang kelak menjadi cucu ibu, seandainya nanti kamu
sudah kehilangan ibu mu ini nak janganlah pernah kamu bersedih, teruslah bahagia,
dan jalani hidup ini dengan penuh hikmat nak, ibu ingin sekali bertemu dengan
mu, ibu ingin sekali memelukmu, ibu ingin bersamamu lagi seperti dulu nak,
karena kamulah hidup ibu karena kamulah semangat ibu, dari ibumu yang selalu
menyayangimu “. Setelah membaca surat dari ibunya abqaripun menangis
tersedu-sedu belum sempat dia membalas semua kasih sayang dari ibunya, belum
sempat dia membahagiakan ibunya
Jadi bagi kalian yang masih mempunyai ibu
sayangilah mereka,jagalah hati mereka, dan selalu lah membuat mereka tersenyum, ingatlah kamu tidak akan pernah ada jika ibumu tidak ada

